Thursday, August 1, 2013

Pakaian Adat Wanita Suku Dayak Dipamerkan di Eropa

Cok Istri Krisnanda mengenakan kostum Dayak Butterfly. (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Cok Istri Krisnanda mengenakan kostum Dayak Butterfly. (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife - Perwakilan Putri Indonesia akan kembali tampil di ajang kecantikan tingkat dunia dalam "Miss Supranational 2013". Putri Indonesia Pariwisata 2013, Cok Istri Krisnanda akan maju sebagai perwakilan Indonesia di ajang yang akan diselenggarakan di Belarus, Eropa pada 15 Agustus 2013.

"Persiapan, udah 90 persen. Sepuluh persen tinggal berangkat. Tantangan, menjaga badan karena negara lain kontes kecantikan juga dinilai fisiknya. Jaga pola makan aja," ujarnya saat jumpa pers di Taman Sari Royal Heritage Spa, Jakarta Pusat, Kamis 1 Agustus 2013.

Mendekati hari keberangkatan, gadis berusia 21 tahun itu sudah menyiapkan beberapa pakaian yang akan ia kenakan di sana. Di setiap pakaian yang ia kenakan, Cok Is selalu menampilkan kekhasan budaya Indonesia.

Salah satu yang ia gunakan dalam penjurian National Costume, gadis asal Bali itu akan mengenakan kostum tema Dayak Butterfly. Kostum ini terinspirasi dari suku Dayak, Kalimantan Timur yang berbahan dasar kulit nyamu. Untuk warna dalam busana ini tetap mengakar pada warna asli Dayak yakni warna hitam yang diaplikasikan dalam bahan rok bawahan.

Untuk red carpet, Cok Is akan mengenakan rancangan Yogie Pratama berupa long dress bewarna magenta. Warna dress tersebut dipadukan dicocokkan dengan kombinasi batik tulis dari Kudus, Jawa Tengah.

Untuk malam cocktail atau acara santai, Cok Is mengenakan rancangan Didiet Maulana dengan warna cerah. Gaun panjang berbahan dasar tenun ikat dari bagian selatan Sulawesi yaitu Makassar dipadukan dengan materi modern. Untuk ajang kecantikan tingkat internasional itu, Cok Is menyatakan memiliki kiat khusus untuk optimis agar bisa menang.

"Memperkenalkan pariwisata Indonesia. Ramah dan senyum jadi bekal," katanya yakin sambil tersenyum.


http://us.life.viva.co.id/news/read/434071-pakaian-adat-wanita-suku-dayak-dipamerkan-di-eropa

No comments:

Post a Comment